pada jaman dahulu kala
tersebutlah seorang gadis nan cantik jelita
ia lahir di desa
ia sedang jatuh cinta
pada patung ksatria tampan penunggang kuda
yang ia jumpa di alun-alun kota
tiap malam tak lupa ia panjatkan doa
pada dewa-dewa penghuni nirwana
wahai dewa pencipta segala
engkau telah memberiku cinta
pada patung yang tak bisa mendengar dan bicara
rasa ini sungguh menyiksa
membuatku tak kuasa
hingga mengajaknya bicara
dan orang-orang mulai menganggapku gila
jika ini hanya permainan belaka
kumohon hentikan sekarang juga
doa gadis jelita yang teraniaya
suaranya menggema ke seluruh penjuru nirwana
para dewa terpana
nama baik menjadi taruhannya
pada sidang para dewa
dewa cinta yang menjadi terdakwa berkata
wahai rekan para dewa tercinta
saat itu si gadis sedang berjalan-jalan di alun-alun kota
saat seorang pemuda yang terkena panah asmara
berjalan mendekat ke arahnya
cinta pada pandangan pertama
tak lama lagi keduanya bertemu muka
betapa indah andai mereka saling jatuh cinta
maka kulepas panah asmara kedua
dan di dekat patung ksatria penunggang kuda
panah asmaraku tepat mengenai hati si gadis desa
Monday, 22 March 2010 at 16:16