malaikat berbulu putih masuk kamarku
“surga lagi penuh”, katanya malu-malu
lalu ia naik ke tempat tidurku
merebahkan tubuh dan memelukku
bangun pagi ia sudah tak ada
tapi bekas bulunya ada di mana-mana
“itu bulu malaikat”, jawabku pada pembantu
si Iyem hanya tertawa dan tak lagi bertanya
suatu malam ia kembali datang
“terlalu banyak orang baik mati
padahal surga belum sempat direnovasi”, katanya
rasanya aneh dan sulit mau percaya
bahkan si Iyem mengira aku sudah gila
tapi aku tenang-tenang saja
karena aku tahu satu rahasia:
malaikat tak pernah berdusta
Sunday, 5 December 2010 at 07:46
~ saya tulis untuk mengenang para korban letusan Gunung Merapi di Jogjakarta ~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar