Jumat, 06 Juli 2012
Seharusnya Aku Ingat
seharusnya aku ingat wajah itu
wanita cantik yang tiba-tiba datang
dan mengaku pernah mengenalku
mungkin dia salah orang
atau dulu dia tak secantik sekarang
mungkin mataku yang mulai rabun
tambah usia makin pikun
atau standar kecantikanku yang semakin turun
dia duduk di sebelahku
dan mulai bercerita tentang masa lalu
“masa lalu kita”, begitu katanya sambil tersenyum
ya tuhan ...
seharusnya aku ingat senyum itu
sederhana tapi manis luar biasa
serasa hujan madu dari langit mulutku
menggenang
menenggelamkan lidahku
dan menghanyutkan seluruh gigiku
“hei, mau dengar ceritaku nggak?”, katanya menyadarkanku
“oh, ya iyalah”, begitu jawabku
seharusnya aku ingat ceritamu
pada suatu senja di sebuah pelabuhan
kita berbincang tentang harapan
tentang impian dan masa depan
tapi sungguh
aku tak ingat
“kau selalu lupa, apa yang seharusnya kau ingat”, ucapmu sedih
“kau selalu ingat, apa yang seharusnya kau lupakan”, ucapku lirih
kau terdiam
aku menunggu
“apa kau juga akan melupakan pertemuan ini?”, tanyamu
tanpa bermaksud menggangguk
kepalaku pelan tertunduk
Monday, 13 September 2010 at 07:40
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar